6 Langkah Merencanakan Pembelajaran Transdisiplin Untuk Kelas Maya

Salah satu masalah yang sering muncul dalam proses pembelajaran online adalah murid mendapatkan banyak tugas dari guru. Apa penyebab utama dari masalah ini? Karena setiap guru mendesain asesmennya secara terpisah. Tentu kita mau menolong murid dalam belajar dan menyelesaikan tugas dengan maksimal, bukan?

Jadi, jangan khawatir, dalam artikel ini akan dibahas solusi dari masalah tesebut, yakni pembelajaran transdisiplin. Dalam pembelajaran transdisiplin, akan ada satu projek besar yang akan diselesaikan dari murid, tetapi pembahan dan penilaiannya dilakukan dalam berbagai mata pelajaran. Menarik, bukan? Enam tahap ini diambil dari sebuah jurnal penelitian yang ditulis oleh Gürkan (2021). Simak penjelasannya.

Pemilihan Tema

Pemilihan tema merupakan penentuan tema pembelajaran yang akan dilakukan transdisiplin. Penentuan tema ini dapat dilakukan oleh wali kelas dan sebaiknya dilakukan di setiap awal semester. Penentuan tema ini sangat penting untuk dilakukan karena di setiap tema pembelajaran, mungkin saja terdapat mata pelajaran tertentu yang tidak bisa dilibatkan dalam proses pembelajaran transdisiplin.

Dalam konteks pembelajaran online, cara untuk memilih tema yakni dengan membayangkan kira-kira tujuan instruksional apa yang ingin dicapai dalam tema tersebut dan apa asesmen sumatifnya. Selanjutnya, wali kelas bisa mencatat kira-kira mata pelajaran apa saja yang bisa dilibatkan. Setelah itu, wali kelas menghubungi setiap rekan guru terkait, menyampaikan tujuan instruksional, serta menanyakan minat untuk menjalankan pembelajaran transdisiplin.

Brainstorming

Setelah pemilihan tema selesai dilakukan, proses selanjutnya adalah brainstorming. Berbeda dengan sebelumnya, brainstorming tidak hanya dilakukan oleh wali kelas, tetapi bersama dengan rekan-rekan guru lain yang berminat bergabung dalam pembelajaran transdisiplin. Hal ini penting untuk dilakukan agar semua guru dapat memiliki ekspektasi yang sama dan jelas terkait tujuan instruksional di dalam tema transdisiplin yang telah ditentukan.

Dalam masa pembelajaran jarak jauh ini, hal ini dapat dilakukan melalui pertemuan secara online. Hal-hal yang bisa dibahas dalam pertemuan brainstorming ini antara lain: (1) penghayatan akan tujuan instruksional, (2) penentuan bentuk asesmen sumatif, (3) penentuan peran keterlibatan setiap mata pelajaran di dalam sumatif, serta (4) pembuatan lini masa waktu pembelajaran transdisiplin agar dapat diketahui ekspektasi perkembangan dalam setiap waktu.

Penulisan item inkuiri

Penulisan item inkuiri merupakan perumusan pertanyaan esensial untuk dijawab murid di sepanjang pembelajaran dalam tema transdisiplin. Selain pertanyaan esensial, terdapat juga beberapa panduan yang digunakan sebagai ‘jembatan’ untuk menjawab pertanyaan esensial tersebut. Penulisan item (atau pertanyaan) inkuiri ini terutama dilakukan oleh wali kelas, tapi tidak menutup kemungkinan juga ditambahkan oleh guru mata pelajaran.

Di konteks pembelajaran daring sekarang, guru dapat menggunakan item inkuiri yang sudah dibantu disusun oleh sekolah. Jika tidak ada, guru dapat menyusunnya secara mandiri dengan mengacu pada Profil Pelajar Pancasila. Item inkuiri atau pertanyaan esensial ini merupakan pertanyaan kompleks yang meliputi tujuan dalam melakukan sesuatu atau pun tanggung jawab dalam melakukan sesuatu, misal pelestarian lingkungan, penghematan energi, dan sebagainya.

Perencanaan instruksi

Setelah tiga tahap pertama selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah perencanaan instruksi. Jika dalam tahap-tahap sebelumnya wali kelas mendiskusikannya bersama guru-guru mata pelajaran, pada tahap ini sudah dapat dilakukan secara terpisah atau mandiri. Selama masa perencanaan instruksi, wali kelas dan guru mata pelajaran juga dapat saling berdiskusi secara personal untuk memastikan hal-hal teknis atau yang bersifat praktis.

Agar memudahkan jalannya tahap ini, ada baiknya guru-guru yang terlibat dalam tema transdisiplin dapat menyusun lini masa yang termuat dalam kalender bersama. Misal, pembelajaran disepakati akan selesai dalam 6 minggu, maka dalam proses perencanaan instruksi, setiap guru akan menentukan pada setiap minggunya akan melakukan aktivitas apa saja di setiap mata pelajaran. Tentunya kita tidak ingin pembelajaran kita lebih cepat atau lambat, bukan?

Perencanaan asesmen

Perencanaan asesmen adalah tahap dimana guru mulai menyusun bentuk detail asesmen sumatif dan formatif pada setiap mata pelajaran. Ini dilakukan oleh masing-masing guru. Secara spesifik, yang direncanakan dalam tahap ini adalah kriteria penilaian apa saja yang akan digunakan dalam proses penilaian karena bentuk asesmen sudah didiskusikan di awal, yakni tahap brainstorming. Dengan kata lain, guru dapat membuat sebuah rubrik penilaian di tahap ini.

Dalam pelaksanaannya, guru dapat menentukan rubrik penilaian berdasarkan KI 3 dan KI 4 apa yang akan dibahas dan diuji dalam tema transdisiplin. Ini dapat dilihat dari dokumen yang diberikan oleh pemerintah. Selanjutnya, guru juga dapat menentukan akan menggunakan tipe rubrik seperti apa, misal analitis atau check-list. Jika sudah selesai dibuat, ini akan dijelaskan kepada murid di awal pembelajaran agar mereka mengerti apa ekspektasi dalam pembelajaran.

Mengulas desain instruksi

Tahap terakhir dari perencanaan transdisiplin adalah mengulas setiap langkah perencanaan yang telah dilakukan, yakni dari tahap pemilihan tema transdisiplin hingga perencanaan transdisiplin. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk melihat apakah proses transdisiplin benar-benar terjadi dan apakah proses inkuiri kira-kira dapat berjalan dengan baik atau tidak. Ini dilakukan secara bersama-sama lagi, yaitu wali kelas dan guru-guru mata pelajaran yang terlibat.

Dalam konteks pembelajaran online, ini sangat mudah dilakukan karena di internet terdapat beberapa rubrik transdisiplin yang dapat diakses secara mudah dan gratis. Ada baiknya rubrik ulasan ini disediakan oleh ketua tema transdisiplin untuk mencegah penggunaan standar yang berbeda. Selain itu, setiap guru yang terlibat wajib memberikan ulasan, baik secara umum maupun spesifik terhadap mata pelajaran yang diampu.

Referensi Tambahan

Gürkan, B. (2021, January 1). Transdisciplinary Integrated Curriculum: An Analysis of Teacher

Experiences through a Design Model within the Framework of IB-PYP. Participatory Educational Research (PER), 8(1), 176-199.