Menjadi Guru Online Produktif Menggunakan Aturan 1%

Menjadi Guru Online Produktif Menggunakan Aturan 1%

  • Teachmint
    Teachmint

Salah satu masalah yang dihadapi guru di masa pembelajaran jarak jauh ini adalah mengenai produktivitas. Hal ini timbul karena saat guru bekerja dari rumah, terdapat banyak tuntutan yang diberikan oleh pimpinan sekolah. Semua ini timbul karena kewajiban guru untuk dapat beradaptasi. Contoh sederhana, perencanaan pembelajaran yang pada awalnya dirancang untuk 16 pertemuan, bisa diturunkan hingga menjadi 5-8 pertemuan.

Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas di masa pembelajran jarak jauh ini. Solusi dari masalah tersebut adalah aturan 1%, yang merupakan sebuah konsep produktivitas yang diadaptasi dari buku โ€œAtomic Habitsโ€ dari James Clear (2018). Apa itu aturan 1%? Bagaimana penerapannya? Simak lebih lanjut.

Apa itu aturan 1%?

Buku โ€œAtomic Habitsโ€ merupakan buku dengan penjualan paling laris di buku digital Amazon dalam kategori non-fiksi. Selain itu, buku ini juga merupakan salah satu buku rujukan dalam kategori produktivitas pribadi. Terdapat sebuah konsep menarik yang diambil dari buku ini, yakni โ€œ1% Lebih Baik Setiap Hari.โ€ Perhitungan Matematika dari konsep ini adalah sebagai berikut.

1% lebih buruk setiap hari selama satu tahun: 0.99365 = 00.03

1% lebih baik setiap hari selama satu tahun: 1.01365 = 37.78

Dari perhitungan aritmatika sederhana tersebut, dapat ditarik sebuah ide bahwa kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap harinya akan membawa dampak signifikan di masa mendatang. Kebiasaan kecil ini mencakup semua aspek dalam hidup, termasuk kebiasaan-kebiasaan di dalam pekerjaan sebagai guru di masa pembelajaran online ini.

Rahasia produktifitas: Menuliskannya

Seperti yang dikatakan oleh James Clear dalam bukunya bahwa tantangan terbesar dalam merubah kebiasaan adalah karena kita tidak sadar dengan apa yang sebenarnya kita sedang lakukan. Oleh karena itu, ia berpendapat kita harus menuliskan apa yang kita lakukan sehari-hari. Dalam konteks guru, ini biasanya disebut dengan jurnal harian.

Jurnal harian merupakan sebuah buku catatan yang digunakan untuk mendaftarkan setiap hal yang akan dikerjakan guru pada hari tersebut. Dalam hal penulisan, guru bisa menuliskannya dalam format to-do list atau bullet points. Selanjutnya, salah satu opsi yang digunakan adalah โ€œThe Rule of 3,โ€ yakni menuliskan tiga hal penting yang harus dikerjakan pada hari tersebut.

Tiga cara praktis menjadi guru online produktif

Di masa pembelajaran daring ini, guru harus berurusan dengan banyak hal. Selain harus menyesuaikan rancangan pembelajaran agar sesuai dengan format online, guru juga harus beradaptasi dengan penggunaan LMS (Learning Management System), aplikasi-aplikasi pembelajaran, permainan digital edukatif, serta aturan dan rutinitas virtual.

Selanjutnya, tiga hal praktis di bawah ini bisa dilakukan oleh guru untuk dapat meningkatkan produktiviasnya selama masa pembelajaran jarak jauh ini. Sebagai catatan, hal yang pertama adalah yang paling penting karena ini akan membuat dua hal selanjutnya dapat lebih mudah untuk dilakukan.

Pertama, konsisten menulis jurnal harian

Berdasarkan pemaparan di atas, perlu konsistensi untuk melihat hasil dari sebuah pekerjaan. Demikian juga dalam penulisan jurnal harian. Jika kita melakukannya hanya satu atau dua hari, manfaatnya tidak akan terasa. Tetapi, jika kita melakukannya secara konsisten setiap hari selama satu tahun, hidup kita bisa diubahkan.

Agar dapat konsisten melakukannya, guru perlu memiliki sebuah buku catatan yang mudah dibawa saat bepergian. Selain itu, pastikan juga guru selalu membawa alat tulis agar selalu siap sedia dalam mencatat agar tidak lupa. Hal ini juga bisa dilakukan dalam format digital. Ada baiknya menuliskan jurnal harian di pagi hari agar guru memiliki bayangan dalam hari tersebut akan berlangsung seperti apa.

Kedua, tidak bermain media sosial di jam kerja

Tidak dapat dipungkiri bahwa satu jam di depan komputer untuk menyelesaikan administrasi sekolah akan terasa jauh lebih berat dibandingkan dengan satu jam membuka media sosial. Selain itu, media sosial juga akan membuat guru gampang terdistraksi sehingga menurunkan efektifitas dan efisiensi pekerjaan. Oleh karena itu, disiplin dalam menggunakan media sosial di jam kerja perlu dilakukan.

Hal ini bisa dimulai dengan mengurangi intensitas dan kemudian menjadi tidak sama sekali. Untuk dapat melakukannya, guru bisa mengatur pengaturan di aplikasi media sosial yang ada. Hal yang bisa dilakukan adalah menonaktifkan notifikasi, membatasi screen time, serta menyembunyikan ikon aplikasi dari beranda telepon genggam, jika diperlukan.

Ketiga, berusaha untuk meminimalisir jam lembur

Sebagian orang berpendapat bahwa lebih lama bekerja berarti lebih produktif. Ini adalah pandangan yang salah. Keseimbangan hidup sangat mempengaruhi produktivitas. Meminimalisir jam lembur adalah salah satu usaha agar setelah jam sekolah, guru masih memiliki waktu untuk keluarga, berolahraga, melakukan hobi, dan mengembangkan bakat.

Agar hal ini dapat dieksekusi dengan baik, guru harus menanamkan dalam pikirannya bahwa ia memiliki tanggung jawab juga di luar sekolah yang harus dikelola. Selanjutnya, guru juga bisa menetapkan target pengembangan diri agar tujuan saat tiba di rumah sudah jelas. Misalnya, mempelajari bahasa pemrograman agar dapat membuat sebuah aplikasi pembelajaran.

Bagaimana, mudah bukan? Semua hal di atas adalah hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten sehingga bisa membawa manfaat besar bagi seorang guru pada akhirnya. Kebiasaan-kebiasaan baik perlu dikejar dan diusahakan sebab itu juga bisa diceritakan dan diajarkan kepada anak murid kita. Ingatlah, bahwa mereka lebih banyak belajar dari hidup kita daripada materi yang kita ajarkan pada mereka.