Langkah Mudah Membuat Lesson Plan untuk Pembelajaran Online

3 Langkah Mudah Membuat Lesson Plan untuk Pembelajaran Online-mu

  • Teachmint
    Teachmint

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau yang biasa disebut dengan RPP (dalam Bahasa Inggris: Lesson Plan), merupakan โ€˜makananโ€™ sehari-hari guru. Sebelum mengajar, seorang guru wajib membuat RPP terlebih dahulu. Tetapi, kendala yang ditemui guru adalah dalam membuat RPP, terlalu banyak hal yang harus disusun. Apa akibatnya? Guru malah berfokus kepada hal-hal administratif, bukan yang esensi, yakni mempersiapkan pembelajaran yang student-oriented.

Oleh karena itu, dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai RPP 1 halaman yang diajukan oleh Kemdikbud pada 2019 lalu. RPP 1 halaman ini akan menjadi solusi bagi guru agar bisa โ€˜merdeka mengajar,โ€™ yakni fokus kepada persiapan mengajar, bukan untuk hal-hal โ€˜administratif.โ€™ Tentunya penerapan ini akan berbeda di setiap sekolah. Bagaimana detail dari RPP 1 halaman ini? Simak penjelasan berikut ini.

RPP 1 halaman dari pemerintah

Banyak orang mengatakan, โ€œGanti pemerintah, ganti kurikulum.โ€ Ini menyiratkan sebuah pesan bahwa setiap menteri pendidikan terpilih, akan membuat program-program, yang bahkan bisa menjadi terobosan pada bidang pendidikan. Contohnya, pada 2019 lalu, Mendikbud Nadiem Makarim membuat inisiatif RPP 1 halaman untuk meringankan beban guru. Dikutip dari website resmi Kemdikbud, dikatakan demikian,

โ€œMenurut Mendikbud, inisiatif penyederhanaan RPP ini didedikasikan untuk para guru agar meringankan beban administrasi guru. RPP yang sebelumnya terdiri dari belasan komponen, kini disederhanakan menjadi tiga komponen inti yang dapat dibuat hanya dalam satu halaman.โ€ (Kemdikbud, 2019).

Dari pernyataan ini, dapat dimengerti penyederhanaan ini dimungkinkan melalui penyederhanaan komponen RPP, dari 13 komponen menjadi hanya 3 komponen inti. Ketiga komponen inti ini ialah, (1) tujuan pembelajaran, (2) langkah-langkah pembelajaran, serta (3) penilaian pembelajaran. Tentunya ini bukan berarti RPP harus satu halaman; hal yang ingin disampaikan adalah jika dalam sebuah perencanaan terdapat 3 komponen ini, itu sudah cukup.

Tahap 1 โ€“ Tujuan Pembelajaran

Penentuan tujuan pembelajaran harus mendahului semua perencanaan pembelajaran online. Dalam tahapan ini, guru mendesain apa tujuan akhir dari pembelajaran. Dengan terlebih dahulu menentukan tujuan pembelajaran, guru akan memiliki tujuan jangka panjang yang akan juga membantu perancangan tujuan jangka menengah maupun pendek, seperti harus mengajar apa di minggu ini, minggu depan, dan minggu-minggu kedepannya.

Dalam memformulasikan tujuan pembelajaran, guru dapat mengambil tujuan kognitif dan psikomotor langsung dari yang telah ditentukan pemerintah, yakni KI 3 (kognitif) dan KI 4 (psikomotor). Lalu, bisa diperjelas indikatornya melalui format ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree). Setidaknya, pemerintah sudah menentukan bagian A dan B-nya. Guru tinggal menspesifikasikannya di bagian C dan D (dapat menggunakan Taksonoi Bloom).

Tahap 2 โ€“ Langkah-langkah Pembelajaran

Setelah tujuan pembelajaran diformulasikan, langkah selanjutnya adalah perencanaan langkah-langkah pembelajaran. Dalam tahap ini, guru merancang sistematika pembelajaran dari awal pertemuan hingga akhir bab. Dengan melakukan langkah ini, guru akan tertolong mengetahui (1) materi-materi apa saja yang akan dibawakan kepada murid, (2) metode mengajar seperti apa yang akan digunakan, serta (3) bagaimana lini masa (timeline) pembelajaran.

Ada beberapa opsi dalam merencanakan langkah-langkah pembelajaran. Misal, dalam pembelajaran inkuiri, terdapat 6 langkah perencanaan yang telah disusunkan oleh Kath Murdoch. Selain itu, dalam tahapan pembelajaran yang disusun oleh Robert Gagne, pembelajaran terjadi dalam 9 tahapan. Ccara menentukannya, yakni dengan melihat konteks sekolah menggunakan format seperti apa. Ini dapat dikonsultasikan dengan kepala sekolah bagian kurikulum.

Tahap 3 โ€“ Penilaian Pembelajaran

Selanjutnya, setelah langkah-langkah pembelajaran sudah dirancangkan oleh guru, komponen terakhir yang perlu direncanakan adalah penilaian pembelajaran atau asesmen, baik itu sumatif maupun formatif. Manfaat dari komponen ini adalah guru akan memiliki gambaran mengenai arah dari semua pembelajaran, yakni kepada asesmen sumatif. Implikasinya, guru juga akan memiliki gambaran mengenai bagaimana prosesnya, yakni asesmen formatif.

Dalam tahap ini, ada tiga hal yang harus dirancangkan guru: (1) apa bentuk asesmen sumatifnya; apakah kuis, membuat sebuah produk, menyelesaikan sebuah projek, atau menjawab pertanyaan-pertanyaan; (2) bagaimana kriteria penilaiannya; guru harus membuat rubrik untuk kemudian dibagikan kepada murid di awal pembelajaran; terakhir, (3) asesmen formatif seperti apa yang akan menolong murid menyelesaikan sumatif dengan baik, dan kapan mereka akan diberikan.

Bagaimana, sangat mudah bukan? Pembelajaran online-mu akan sangat mudah direncanakan jika mengikuti ketiga tahapan di atas. Mungkin kendala yang masih ditemui sekarang adalah sekolah yang masih menerapkan cara yang lama. Jika terjadi demikian, ada baiknya kamu bertanya kepada pimpinan di sekolah tentang bagaimana penerapan dari kebijakan Kemdikbud ini. Ingatlah, bahwa murid hadir ke sekolah bukan untuk menyelesaikan perencanaan guru, tetapi untuk belajar. Selamat merencankan pembelajaran, ya!