5 Tipe Teknolog Pendidikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh

5 Tipe Teknolog Pendidikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh โ€“ Manakah Kamu?

  • Teachmint
    Teachmint

Dalam pembelajaran online di masa pandemi ini, salah satu masalah yang terjadi adalah pembagian tugas terkait dengan teknologi menjadi tumpang tindih. Sebagai contoh, guru tidak lagi hanya bertugas untuk mengajar, tetapi juga mencari berbagai aplikasi pembelajaran yang digunakan. Selain itu, saat mendapatkan aplikasi-aplikasinya, guru juga harus meluangkan waktu lagi untuk memepelajari dan mendalami aplikasi-aplikasi tersebut.

Jika guru harus melakukan hal-hal tersebut juga, hasilnya adalah pengajaran guru tidak akan maksimal karena waktu dan tenaganya tidak lagi terfokus pengajaran. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui apa-apa saja tugas teknolog pendidikan dalam sebuah pembelajaran online agar pembagian tugas menjadi efektif dan hasilnya pun efisien. Penjelasan di bawah ini diambil dari sumber utama yang ditulis oleh Huang, Spector, & Yang, (2019). Simak penjelasannya.

Desainer Instruksional

Seorang desainer instruksional bertanggung jawab untuk merencanakan, menganalisis, mendesain, mengembangkan, memodifikasi, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan/atau mengatur berbagai macam kelas [daring], sistem instruksional, dan lingkungan pembelajaran. Sederhananya, seorang desainer instruksional-lah yang bertanggung jawab bagaimana jalannya sebuah pembelajaran online, dan bagaimana tahapan pelaksanaannya.

Lebih lanjut, dalam praktiknya, seorang desainer instruksional dapat mempersiapkan dan menentukan hal-hal berikut: (1) Learning Management System (LMS) apa yang akan digunakan, (2) pendekatan pembelajaran (misal, inquiry-based learning atau 9 tahap pembelajaran dari Robert Gagne), (3) apakah akan menerapkan transdisiplin atau interdisiplin, (4) bagaimana sistem asesmen dan penilaiannya, dan tidak terlepas juga (5) metode pengajaran.

Spesialis Media

Seorang spesialis media memiliki peran untuk membuat, menemukan, memodifikasi, dan/atau menggunakan berbagai macam media pembelajaran dalam berbagai format. Dengan kata lain, guru tidak perlu lagi harus mencari dan mengkesplor berbagai macam aplikasi pembelajaran sebab hal ini akan ditangani oleh seorang spesialis media. Dengan bantuan seorang spesialis media, guru akan terbantu agar dapat fokus pada persiapan pengajaran.

Selanjutnya, dalam penerapannya, seorang spesialis media akan menentukan hal-hal berikut ini: (1) aplikasi-aplikasi pembelajaran atau permainan digital edukatif apa yang bisa digunakan baiks secara online maupun offline, (2) membuat tutorial penggunaan aplikasi atau permainan digital edukatif tersebut, (3) tempat dimana guru bisa mendapatkan bahan ajar online, dan termasuk (4) menyusun anggaran untuk berlangganan aplikasi-aplikasi berbayar, jika diperlukan.

Koordinator Teknologi

Seorang kordinator teknologi berperan untuk menolong guru menemukan, memodifikasi, menggunakan, dan/atau mengintegrasikan berbagai macam sumber daya teknologi. Seperti namanya, seorang kordinator teknologi-lah yang akan membantu mengoordinasikan semua pihak yang terlibat agar dapat saling bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik. Ibarat sebuah lem yang bekerja untuk merekatkan kedua benda, sama halnya dengan koordinator teknologi.

Secara konkrit, seorang koordinator teknologi akan membantu melaksanakan fungsi-fungsi berikut: (1) memeriksa hasil pekerjaan semua pihak dalam hal kelayakan penerapan teknologi pendidikan dalam pembelajaran online, (2) membuat lini masa pekerjaan terkait dengan teknologi pendidikan bagi semua pihak, (3) membuat jadwal pertemuan semua pihak, serta (4) memfasilitasi pertemuan tersebut, baik secara online maupun offline.

Pengembang/Programmer

Seorang pengembang atau programmer memiliki tanggung jawab dalam hal pengkodean (coding) secara instruksional perangkat-perangkat lunak yang berhubungan dan/atau mengembangkan objek media dan sumberdaya untuk dapat digunakan untuk membantu memfasilitasi kegiatan belajar mengajar. Seorang pengembang atau programmer, haruslah orang yang memiliki keterampilan khusus, yakni coding, berbeda dengan peran-peran lain.

Mengapa harus ada seorang pengembang atau programmer padahal terdapat banyak aplikasi yang sudah ada, baik itu gratis maupun berbayar? Hal ini karena bisa jadi aplikasi atau permainan digital edukatif yang ada (1) tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum sekolah, (2) dalam hal penggunaannya, kurang ramah bagi murid, seperti tidak tersedia dalam bahasa nasional, terlalu berat, atau konten didalamnya terlalu sulit atau terlalu mudah.

Instruktor

Seorang instruktor adalah teknolog yang berperan untuk memimpin unit instruksi, mengajar murid, dan/atau menyediakan panduan pembelajaran dan umpan balik dalam konteks pembelajaran formal. Dari penjelasan tersebut, dapat dimengerti bahwa seorang instruktor adalah guru atau dosen yang bertanggung jawab mengajar murid. Mereka adalah teknolog yang berperan di garis paling depan dalam kegiatan belajar mengajar secara online.

Dalam praktik di kelas, guru setidaknya menguasai tiga ranah pengetahuan, yakni (1) teknologi, (2) pedagogi, dan (3) konten; ketiga ini sering disebut dengan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Teknologi, berarti alat yang membantu jalannya kegiatan belajar mengajar yang baik. Pedagogi, berarti kemampuan guru dalam mengelola kelas, termasuk cara mengajar. Konten berarti keahlian guru dalam bidang mata pelajaran yang diajarkan.

Idealnya, sekolah bisa mempertimbangkan memiliki orang-orang yang berbeda yang bertanggung jawab dalam setiap peran; tidak ada yang tumpang tindih. Tapi, memang realita di lapangan ada satu orang yang memegang dua atau bahkan tiga peran. Jadi, setidaknya, kamu tahu kan, apa-apa saja tugas spesifik dari tiap peran tersebut. Bagaimana, kira-kira kamu lebih cocok peran yang mana? Silahkan bagikan di kolom komentar ya. Sampai bertemu lagi!