6 Tahap Inkuiri dalam Pembelajaran Daring

6 Tahap Inkuiri dalam Pembelajaran Daring

  • Teachmint
    Teachmint

Salah satu masalah yang sering terjadi dalam pembelajaran daring adalah murid kurang terlibat dalam pertemuan yang dilaksanakan secara online. Akibatnya murid pun akan kurang maksimal dalam belajar, sehingg pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan pun tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Salah satu solusi dari masalah ini adalah dengan menerapkan pembelajaran inkuiri. Pembelajaran inkuiri sejatinya merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada murid. Artinya menekankan keterlibatan murid secara aktif dalam pembelajaran. Apa saja tahapan pembelajaran inkuiri? Ada 6, simak penjelasan lengkapnya.

Tuning In

Tahap pertama dalam pembelajaran inkuiri adalah ‘tuning in.’ Tahap ini adalah tahap perkenalan materi dan topik yang akan dipelajari. Jadi, hal-hal yang penting untuk dibangun pada tahap ini adalah rasa ingin tahu (curiosity) dari murid terhadap topik pembelajaran dan minat (interest) terhadap materi pelajaran.

Karakteristik dari ‘tuning in’ adalah: (1) menarik perhatian murid, (2) menyampaikan tujuan pembelajaran, serta (3) menggali pemahaman sebelumnya dari murid yang relevan dengan topik pelajaran. Sebagai contoh, dalam pembelajaran daring, guru bisa memanfaatkan KWL Chart secara online untuk menggali pengetahuan sebelumnya dari murid serta apa saja pertanyaan yang mereka miliki terhadap topik yang akan segera dipelajari.

Finding Out

Setelah guru selesai di tahap pertama, tahap selanjutnya adalah ‘finding out.’ Di tahap ini, guru dan murid sudah mulai masuk pada penyampaian materi pelajaran. Pengetahuan serta keterampilan baru akan didapatkan murid pada tahap ini. Tahap ini biasanya dilakukan di pertemuan kedua atau minggu kedua, dimana minat terhadap topik pelajaran sudah terlebih dahulu dibangun.

Karakteristik utama dari tahap ‘finding out’ adalah semua pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) yang perlu dipelajari murid berada di tahap ini. Oleh karena itu, tidak heran tahap ini bisa berlangsung selama beberapa kali pertemuan, bahkan hingga beberapa minggu. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran topik Magnet, di tahap ini murid akan mempelajari asal usul, jenis-jenis, bentuk-bentuk, serta kegunaan magnet dengan detail.

Sorting Out

Setelah murid mendapatkan hal-hal yang perlu mereka dapatkan di tahap sebelumnya, di tahap ini mereka mulai menyortir semuanya sehingga dapat berguna untuk penyelesaian asesmen formatif dan sumatif. Oleh sebab itu, penting bagi guru untuk memberikan bimbingan belajar bagi murid di tahap ini, baik secara personal maupun kelas. Tahap ini bisa berlangsung 1 hingga 2 minggu.

Ciri-ciri dari tahap ‘sorting out,’ yakni: (1) adanya bimbingan belajar dari guru, (2) pengerjaan asesmen formatif dan persiapan sumatif, serta (3) adanya pemilihan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang perlu dilatih atau diulang-ulang agar dapat dikuasai. Sebagai contoh, saat murid sudah mengetahui cara membuat magnet di tahap sebelumnya, di tahap ini mereka akan melakukan percobaan membuat magnet dengan bimbingan guru.

Going Further

Tahap ‘going further’ dapat dikatakan sebagai tahap penyelesaian dari tahap sebelumnya. Di tahap ini, penyelesaian terhadap asesmen sumatif akan segera dilakukan. Dengan kata lain, hasil belajar atau produk yang dihasilkan selama pembelajaran akan segera diselesaikan. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan umpan balik yang terakhir terhadap hasil pekerjaan murid.

Karakteristik dari tahap ini adalah sebagai berikut: (1) penyelesaian asesmen sumatif, (2) pemberian umpan balik terhadap hasil pekerjaan murid, serta (3) kulminasi dari pengetahuan dan keterampilan murid terhadap apa yang sudah dipelajari di materi bab tersebut. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pidato, produk akhir berupa video pidato dapat merangkum semua yang murid sudah pelajari dan kuasai selama mempelajari tentang pidato.

Making Conclusions

Di dalam tahap ‘making conclusions,’ murid akan memberikan kesimpulan yang mereka dapatkan setelah mempelajari semua hal di dalam topik pelajaran tersebut. Dengan melakukan ini, setidaknya mereka akan membawa satu atau dua hal penting yang relevan bagi hidup mereka (karena selanjutnya mereka akan mempelajari materi yang lebih banyak lagi, dan mungkin materi ini segera akan dilupakan). Tahap ini dilakukan menjelang akhir pembelajaran.

Karakteristik dari tahap ini adalah: (1) pembuatan kesimpulan dari topik pembelajaran, (2) dapat berupa jawaban dari pertanyaan esensial, atau (3) refleksi pribadi dari murid akan relevansi materi pelajaran dengan kehidupan mereka sehari-hari. Sebagai contoh, saat mempelajarai topik Listrik, murid dapat membuat refleksi bagaimana cara menggunakan listrik dengan bijaksana dengan memberikan contoh-contoh praktisnya.

Taking Action

Tahap ‘taking action’ merupakan tahap dimana hasil belajar murid akan dipresentasikan bagi orang lain, baik itu guru, teman kelas, keluarga, atau masyarakat secara umum. Tujuan dari ini adalah agar apa yang sudah dipelajari murid dapat dirasakan juga manfaatnya bagi orang lain. Dengan kata lain, tahap ini dilakukan di paling akhir pembelajaran.

Karakteristik utama dari tahap ini adalah penyampaian hasil belajar (bisa berupa produk) kepada orang lain. Sebagai contoh, terkait dengan refleksi mengenai topik listrik di tahap ‘making conclusions’ tentang cara menggunakan listrik dengan bijaksana, ini bisa dilakukan dalam bentuk kampanye daring, poster digital, atau video yang dapat dengan mudah dibagikan kepada orang lain.

Bagaimana, menarik bukan? Pembelajaran inkuiri akan membuat murid aktif terlibat di dalam pembelajaran. Tiada sukacita yang lebih besar bagi guru selain melihat para murid aktif terlibat dalam pembelajaran, bukan? Selamat mencoba pembelajaran inkuri ya.