LMS Untuk Sekolah: Penggunaan dalam Blended Learning

LMS Untuk Sekolah: Penggunaan dalam Blended Learning

  • Teachmint
    Teachmint

Dunia masuk ke dalam masa-masa yang tidak pasti karena virus COVID-19 terus menjadi ancaman bagi semua orang. Beberapa waktu ini, sekolah di seluruh dunia telah ditutup sementara untuk melindungi siswa, guru, dan staf dari kemungkinan infeksi. Bahkan, sebuah studi oleh UNESCO menyebutkan bahwa hampir 1,2 miliar pelajar di 143 negara terkena dampak pandemi.

Namun berkat maraknya pembelajaran online selama pandemi COVID-19, siswa tetap bisa melanjutkan pembelajaran. Sekolah, perguruan tinggi, dan universitas bergeser dari dinding ruang kelas menjadi ruang digital.

Bagaimana LMS bisa meningkatkan kualitas pendidikan?

LMS penting, karena bertugas pembelajaran dapat berjalan sambil memastikan efektivitas pembelajaran online. Ada beberapa manfaat LMS untuk pembelajaran di kelas.

Pertama, LMS menyediakan alat dan fitur untuk membantu mensimulasikan pengalaman dan aktivitas yang biasanya terjadi di dalam kelas tradisional. Guru dapat memposting dan mengunggah presentasi powerpoint di platform. Mereka dapat mendistribusikan materi pembelajaran tambahan kepada siswa mereka dalam latihan, memposting pengingat, membagikan tugas, dan mengelola tes.

Selanjutnya, LMS membantu memantau kemajuan dan kinerja siswa dalam kelas. LMS memiliki fitur bawaan yang melacak catatan, nilai, kiriman, dan keterlibatan mereka dengan kelas. Selain itu, LMS dapat mengumpulkan file dan dokumen penting yang dibagikan siswa di platform. Dengan hal ini maka guru dapat mengukur kemajuan mereka dalam kelas. Guru juga dapat membuat pencapaian yang perlu dicapai siswa, langkah demi langkah, untuk memastikan bahwa mereka berada di jalur yang tepat.

Terakhir, dengan sistem manajemen pembelajaran untuk siswa, mereka dapat mempersonalisasi pengalaman belajar mereka. Karena pembelajaran online memberikan keleluasaan dalam hal di mana, bagaimana, dan kapan dapat diakses. Siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja mereka inginkan. Mereka dapat mengakses materi pembelajaran selama dan di luar jam pelajaran.

Apa itu blended learning?

Blended learning atau pembelajaran campuran dalam Bahasa Indonesia, merujuk pada sistem pembelajaran di mana pada satu waktu, guru mengajar sekaligus murid yang hadir di sekolah (luring) dan di rumah (daring). Blended learning muncul setelah sekolah sudah mulai bisa beradaptasi di masa pandemi ini. Kebutuhan akan blended learning terlihat saat sudah ada murid yang butuh ke sekolah, dan ada juga murid yang masih mau belajar dari rumah.

Fungsi-fungsi LMS untuk blended learning

LMS memiliki banyak fungsi untuk menunjang blended learning. Hal-hal yang bisa dilihat adalah sebagai berikut:

Jalur pembelajaran - Hal ini dapat memberi mereka kontrol atas proses pembelajaran dengan memutuskan siapa yang dapat mengakses pelajaran dan menetapkan batasan yang sesuai. Penting untuk memastikan peserta didik tetap pada jalurnya dan memastikan tidak ada yang tertinggal atau terlalu jauh di depan dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran sosial - Fitur pembelajaran sosial mencakup forum, konferensi web, obrolan langsung, kalender, pengumuman, acara, dan banyak lagi. Fitur tersebut mendorong kolaborasi dan membuat interaksi dengan sistem manajemen pembelajaran lebih menarik.

Ruang kelas virtual - Ruang kelas virtual memberi siswa pengalaman kelas yang nyaman baik dari rumah atau tempat kerja mereka.

Bagaimana cara memilih LMS terbaik untuk sekolah?

Memilih LMS tidak semudah memilih fitur terpisah di luar LMS. Bahkan, melakukan hal ini bisa menjadi bumerang bagi seorang guru. Sistem yang terlalu rumit dapat mengasingkan guru dan pelajar yang bukan digital native. Sebaliknya, sistem yang terlalu disederhanakan akan menghalangi guru dan siswa untuk memenuhi potensi penuh mereka.

Selain fitur, ada sejumlah faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat membuat keputusan.

Ini mungkin sudah jelas bagi guru, tetapi mengetahui siapa yang dilatih sangat penting untuk menentukan bagaimana kita akan mengajar dan solusi apa yang harus kita gunakan. Usia akan menjadi salah satu pertimbangan. Jika untuk siswa kelas kecil, guru dapat memilih elemen gamifikasi dan pembelajaran sosial. Kemudian perlu diperhatikan, guru harus mencobanya terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada siswa.

Salah Satu Opsi LMS: Teachmint

Teachmint adalah aplikasi lengkap untuk sekolah, lembaga pembinaan, guru, dan siapa saja yang ingin mendigitalkan dan mengelola ruang kelas mereka. Beberapa keunggulan dari LMS Teachmint yang dikutip dari App Store antara lain:

Sederhana โ€“ Teachmint sangat mudah untuk dikelola. Guru dapat membuat ruang kelas hanya dalam 2 menit & mulai menikmati fitur-fitur menarik dengan mudah seperti pembuatan tes, berbagi pekerjaan rumah (PR), tugas, materi belajar, serta manajemen biaya.

Menghemat waktu โ€“ Teachmint membantu guru dalam mengelola ruang kelas atau kelompok belajar, melaksanakan kelas online dan tes secara langsung, mengirim pengingat (reminder), dan mencatat kehadiran murid secara otomatis.

Bank Soal โ€“ Guru dapat menggunakan bank soal dari Teachmint dengan lebih dari 10 jenis bank soal untuk membuat kuis & tes secara otomatis.

Komunikasi yang mudah โ€“ Platform ini juga menyediakan fitur video dua arah sederhana (antara guru dan murid) agar sesi kelas online dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, guru juga dapat mengobrol dengan siswa saat mengajar dan menjawab pertanyaan mereka melalui fitur chat.

Itulah pembahasan mengenai LMS dalam konteks blended learning atau pembelajaran campuran. Harapannya, artikel ini dapat menolong guru atau sekolah dalam memaksimalkan penggunaan LMS di masa pandemi ini. Salam kelas online!