Pembelajaran Online Menggunakan Kurikulum Merdeka

Pembelajaran Online Menggunakan Kurikulum Merdeka

  • Teachmint
    Teachmint

Sudah puluhan tahun Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan nilai tes PISA yang rendah dalam aspek literasi dan numerasi. Tentu ini merupakan refleksikan keadaan pendidikan yang tidak baik di negara kita sekarang. Tetapi, syukurnya, terobosan pemerintah dalam pembuatan Kurikulum Merdeka merupakan langkah awal dalam menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung ini. Apa itu Kurikulum Merdeka? Simak penjelasannya.

Apa Itu Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kurikulum yang baru-baru ini diluncurkan oleh Mendikbud sebagai salah satu opsi kurikulum untuk dapat diterapkan sekolah di tahun ajaran 2022-2023 mendatang. Kurikulum Merdeka merupakan pengganti nama dari Kurikulum Prototipe, sebagaimana dikutip dalam Kompas.com (Assifa, 2022). Jadi, jika memang sekolah-sekolah siap, kurikulum ini sudah bisa mulai diterapkan pada Juli 2022 ini.

Hal bagus dari kurikulum ini adalah ia sudah diterapkan di berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Sebagaimana diungkapkan oleh Nadiem yang dilansir dalam Kompas.com, “Kami memberikan fleksibilitas, Kurikulum Merdeka ini sudah kita tes di 2.500 sekolah penggerak, namanya dulu Kurikulum Prototipe” (Assifa, 2022). Dengan demikian, Kurikulum Merdeka ini tidak sembarangan dibuat, tetapi sudah teruji kualitasnya.

Tujuan Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kurikulum yang dibuat untuk mewujudkan cita-cita “Merdeka Belajar.” Sebagaimana dikutip dalam situs Tempo (Arjanto, 2022):

“Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dialkukan supaya para siswa dan mahasiswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa.”

Berdasarkan informasi tersebut, tentunya ini akan menjadi kabar sukacita bagi murid. Mereka tidak diharuskan lagi mempelajari hal-hal yang kurang relevan bagi mereka, khususnya bagi murid-murid SMA. Tidak akan ada lagi penjurusan! Harapannya, hal ini bisa mendorong gairah dan semangat murid dalam belajar sehingga mereka bisa menjadi anak-anak bangsa yang penuh dengan daya kreativitas dan kemampuan penyelesaian masalah yang tinggi.

Karakteristik Kurikulum Merdeka

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul adalah, “bagaimana ciri-ciri kurikulum ini?” Ciri-ciri atau karakteristik dari Kurikulum Merdeka yang dikutip dari website resmi Sistem Informasi Kurikulum Nasional (n.d.) adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.
  2. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
  3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Dari informasi tersebut, kita dapat melihat bahwa penggunaan metode Project-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran akan lebih diutamakan ketimbang metode ceramah atau asesmen tes terstandarisasi. Selain itu, materi pembelajaran juga sepertinya akan dikurangi dengan lebih memprioritaskan kedalaman materi dan kompetensi ketimbang keluasan materi. Selanjutnya, penilaian antar murid juga akan dilakukan secara berbeda sesuai dengan kemampuan mereka.

Manfaat dari Kurikulum Merdeka

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas bahwa Kurikulum Merdeka dibuat untuk mewujudkan “Merdeka Belajar” bagi para murid. Lantas, apa manfaat dari “Merdeka Belajar” tersebut? Salah satunya adalah guru-guru dan kepala sekolah punya kebebasan untuk merancang proses pembelajaran dengan cara yang paling cocok untuk para murid, sebagaimana yang diungkapkan oleh Nadiem yang dimuat dalam situs Detik.com (Zulfikar, 2021).

Selain itu “Merdeka Belajar” juga akan “memberikan kemandirian dan kemerdekaan di lingkungan pendidikan. Tujuannya, agar lingkungan pendidikan bisa menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran” sebagaimana dikutip dari Kompas.com (Arintya, 2021).  Ini berarti sekolah-sekolah akan memiliki otonomi dalam proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pusat sehingga bisa berlangsung lebih efektif dan efisien.

Penggunaan Dalam Pembelajaran Online

Berdasarkan semua informasi yang dipaparkan, bagaimana persiapan kita dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran daring? Hal-hal praktis berikut ini dapat dipertimbangkan:

  1. Latihan dari sekarang untuk menggunakan pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL). Jadi, metode ceramah dan asesmen dalam bentuk tes terstandarisasi dapat mulai dikurangi.
  2. Dari KI 3 dan KI 4 yang diberikan pemerintah, dapat dipilih dan dikembangkan KI yang esensial saja; misalnya jika terdapat 3 pasang KI, maka bisa diplih 1 atau 2 pasang saja, tetapi dengan tingkat materi yang dalam.
  3. Kepala sekolah dapat memberikan pelatihan bagi guru-guru mengenai pembuatan asesmen terdiferensiasi, yaitu asesmen yang dapat menyesuaikan dengan minat dan kompetensi para murid; misalnya dibuatnya beberapa opsi dalam pengerjaan asesmen sumatif.

Bagaimana, menarik bukan? Apakah kamu siap dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dalam kelas maya di tahun ajaran mendatang? Bisa melakukan persiapan dengan melaksanakan hal-hal praktis di atas ya. Ada baiknya ini dikonsultasikan bersama kepala sekolah dan dikerjakan secara bersama-sama dengan rekan-rekan guru lain agar memiliki rekan-rekan seperjuangan dalam prosesnya. Selamat mencoba!

Referensi Tambahan

Assifa, F. (2022, February 12). Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini Penjelasannya. Retrieved from Kompas.com: https://www.kompas.com/wiken/read/2022/02/12/073529981/apa-itu-kurikulum-merdeka-ini-penjelasannya?page=all

Sistem Informasi Kurikulum Nasional. (n.d.). Kurikulum Merdeka. Retrieved from Sistem Informasi Kurikulum Nasional Pusat Kurikulum dan Pembelajaran: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/

Arjanto, D. (2022, February 13). Apa Itu Merdeka Belajar: Tersebab Survei Jebloknya Matematika dan Literasi Siswa. Retrieved from Tempo: https://nasional.tempo.co/read/1560429/apa-itu-merdeka-belajar-tersebab-survei-jebloknya-matematika-dan-literasi-siswa

Zulfikar, F. (2021, July 14). Merdeka Belajar, Guru Punya Kebebasan untuk Merancang Proses Pembelajaran. Retrieved from Detik.com: https://www.detik.com/edu/sekolah/d-5643725/merdeka-belajar-guru-punya-kebebasan-untuk-merancang-proses-pembelajaran

Arintya. (2021, July 24). Simak, Ini Pentingnya Merdeka Belajar untuk Seluruh Anak Indonesia. Retrieved from Kompas.com: https://www.kompas.com/parapuan/read/532804222/simak-ini-pentingnya-merdeka-belajar-untuk-seluruh-anak-indonesia