Tips Meningkatkan Disiplin untuk Sekolah Online

Tips Meningkatkan Disiplin untuk Sekolah Online

  • Teachmint
    Teachmint

Salah satu manfaat sekolah online adalah adanya peluang bagi para murid untuk memotivasi diri dalam hal kedisiplinan. Minimnya wewenang guru untuk memaksa murid menjalankan kewajibannya tepat waktu memang bisa jadi cukup menantang baik bagi guru, orang tua, bahkan sang murid itu sendiri. Meningkatkan disiplin untuk sekolah online memang akan butuh usaha ekstra di awal. Namun, seiring berjalannya waktu, para murid akan lebih mandiri dalam hal regulasi diri dan manajemen waktu. Jika bisa dipertahankan secara konsisten, murid sekolah online justru akan menjadi lebih disiplin dan terstruktur dibanding mereka yang bersekolah konvensional.

Tanamkan Pendidikan Karakter

Mengatur anak-anak untuk disiplin tidak akan efektif jika mereka sendiri tidak memiliki keinginan untuk itu. Oleh sebab itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat murid memahami pentingnya memiliki disiplin diri. Berikanlah contoh konsekuensi yang nyata dan logis, misalnya gagal mendapat nilai jika tugas lupa dikerjakan atau kesulitan mengejar materi jika menunda-nunda membaca silabus. Anda juga bisa mencontohkan kisah orang-orang sukses yang terkenal, karena pastinya mereka memiliki rutinitas dan kedisiplinan diri yang tinggi.

Tetapkan Jadwal

Jadwal adalah pondasi awal untuk melatih murid agar mengerjakan tanggung jawabnya secara tepat waktu. Adanya jadwal akan membentuk pola kebiasaan pada murid, sehingga mereka bisa mengatur waktu mereka dengan lebih baik. Jika jadwal diterapkan secara konsisten selama jangka panjang, trik ini akan otomatis meningkatkan disiplin untuk sekolah online bagi para murid yang bersangkutan.

Tenggat Waktu

Setiap latihan dan tugas yang diberikan harus disertai dengan tenggat waktu agar para murid tidak menunda-nundanya. Tenggat waktu sebaiknya tidak terlalu cepat supaya setiap murid memiliki ruang untuk menyesuaikan diri. Fleksibilitas waktu yang terlalu minim justru akan membuat murid cenderung asal-asalan atau bahkan menghiraukannya sama sekali.

Jelaskan Rencana dan Tujuan Belajar

Prakteknya saat ini, banyak pihak pengajar yang hanya fokus pada penyampaian tugas dan materi tanpa menjelaskan garis besar program belajarnya. Padahal, penjelasan mengenai rencana dan tujuan pembelajarannya akan membawa banyak manfaat.

Pertama, penjelasan ini akan membangun rasa ingin tahu dan minat murid, yang mana akan memberi mereka lebih banyak motivasi untuk belajar secara sungguh-sungguh. Selain itu, anak juga dapat lebih memahami apa saja yang perlu mereka pelajari dan mengapa mereka perlu mempelajari semua itu.

Dengan memahami tujuan dan alur prosesnya, murid akan memiliki kesadaran tentang pentingnya pelajaran. Sehingga, mereka akan memacu diri untuk lebih disiplin demi mencapai tujuan tersebut.

Sampaikan Aturan dan Ekspektasinya

Selain pemahaman tentang program belajar secara keseluruhan, guru juga perlu mengkomunikasikan mengenai hal-hal apa saja yang diharapkan pihak sekolah dari para murid. Karena, terkadang murid kurang memahami apa sajakah yang seharusnya mereka kerjakan tanpa harus dikejar oleh gurunya. Dengan penjelasan yang rinci, murid pun akan lebih mudah untuk mengikutinya.

Beri Ruang Fleksibilitas

Sedikit ruang untuk fleksibilitas masih diperlukan mengingat murid masih dalam tahap belajar untuk disiplin. Ruang fleksibilitas ini bisa berupa tenggat waktu yang agak panjang, toleransi keterlambatan pengumpulan tugas, kesempatan untuk mengejar ketertinggalan kelas, dan sebagainya. Untuk detail aplikasinya, tentu saja kembali ke kebijakan masing-masing guru berdasarkan situasi dan kondisi yang ada. Namun, hindari aturan yang terlalu ketat masalah kedisiplinan.

Tegas dan Bijak Dalam Menegur

Pelanggaran kedisiplinan memang tidak boleh dibiarkan agar tidak menjadi kebiasaan. Akan tetapi, guru juga harus mempertimbangkan kondisi dan situasi saat akan memberikan teguran apalagi hukuman. Untuk pelanggaran ringan seperti terlambat, sebaiknya murid diberi teguran dan peringatan secara non-formal terlebih dahulu. Namun, jika sudah berulang kali tanpa adanya usaha untuk memperbaiki diri, guru harus bisa tegas memberikan konsekuensinya. Sehingga, murid akan berpikir dua kali sebelum melalaikan kewajibannya.

Libatkan Peran Orang Tua

Tentu saja, hanya mengandalkan guru dalam usaha meningkatkan disiplin untuk sekolah online akan sia-sia. Karena posisi murid berada di rumah masing-masing, maka orang tua atau walinyalah yang lebih memiliki wewenang dalam memastikan murid berlaku disiplin terhadap semua kewajibannya. Maka dari itu, penting bagi pihak sekolah untuk meminta komitmen orang tua atau wali untuk membantu anak mereka membentuk kemampuan regulasi diri.

Beri Apresiasi

Pihak sekolah seringkali memuji murid yang berprestasi, namun jarang memberi apresiasi pada mereka yang sudah berusaha maksimal untuk mengerjakan kewajibannya. Padahal, hal sepele tersebut bisa menjadi dongkrak yang kuat bagi para murid dalam meningkatkan disiplin untuk sekolah online. Bentuk apresiasinya pun bisa beragam, mulai dari pujian lisan oleh guru hingga poin bonus bagi mereka yang tidak pernah terlambat mengerjakan tugas.

Disiplin sudah seharusnya ditanamkan sejak dini. Karena, semakin bertambahnya usia, anak justru akan semakin kesulitan untuk merubah kebiasaannya. Meningkatkan disiplin untuk sekolah online memang bukan perkara mudah. Akan tetapi, manfaatnya akan jauh lebih besar. Guru dan orang tua tak perlu repot lagi mengejar dan memperingatkan murid akan kewajibannya setiap waktu karena mereka sudah bisa jalan sendiri.