5 To-Do List Seorang Guru Online yang Bahagia

5 To-Do List Seorang Guru Online yang Bahagia

  • Teachmint
    Teachmint

Apakah murid senang jika diajar oleh seorang guru yang mukanya selalu cemberut dan tidak tampak bahagia? Jangankan belajar darinya, murid pun bahkan enggan melihat muka guru tersebut. Biasanya ini disebabkan oleh terlalu tertekan dengan beban pekerjaan di sekolah sehingga pikiran dan raganya susah untuk beristirahat.

Jika demikian, maka penting bagi guru untuk membangun kebiasaan yang baik tiap harinya agar bisa menjadi guru yang ringan senyum oleh karena tidak terlalu tertekan dengan beban di sekolah. Berikut ini adalah 5 to-do list yang bisa dilakukan guru tiap harinya agar bisa menjadi seorang guru yang bahagia bagi murid-muridnya di masa pembelajaran online ini. Simak penjelasan lengkapnya.

Menyiapkan aktivitas pembelajaran online yang menarik

Aktivitas pembelajaran yang menarik adalah salah satu kunci keterlibatan murid yang aktif dalam pembelajaran jarak jauh ini. Manfaat dari penggunaan berbagai aktivitas menarik dalam pembelajaran online adalah (1) membuat murid sebagai pribadi yang aktif saat belajar (tidak hanya diam mendengarkan), (2) mencegah mereka untuk merasa bosan karena mengikuti satu aktivitas yang lama atau bahkan berulang, serta (3) membuat pembelajaran lebih holistis.

Dalam penerapannya, guru dapat mempertimbangkan hal-hal berikut ini: (1) ada baiknya aktivitas pembelajaran dipersiapkan minimal 3 aktivitas, seperti materi, latihan bersama, dan latihan pribadi, (2) aktivitas tidak hanya berfokus kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor, seperti berdiskusi, bekerja kelompok, serta bergerak mengikuti video, dan (3) pembagian waktu realistis bagi setiap aktivitas agar tidak lewat dari yang waktu ditentukan.

Memeriksa hasil refleksi pembelajaran murid

Kata ‘refleksi’ mungkin jarang didengar di sistem persekolahan di Indonesia dulu. Tetapi, Kemdikbud sekarang sudah sering membahas mengenai ini. Dikutip dari Ayo Guru Berbagi Kemdikbud, refleksi pembelajaran adalah

“kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk penilaian tertulis dan lisan oleh guru untuk siswa dan oleh siswa untuk guru untuk mengekspresikan kesan konstruksif, pesan, harapan, dan kritik terhadap proses pembelajaran” (Mulyani, 2020).

Salah satu contoh praktiknya, guru dapat meminta murid untuk melakukan refleksi setelah menyelesaikan unit pembelajaran, yakni tepat setelah ujian bab. Murid diajak untuk melihat seluruh proses pembelajaran dari awal hingga akhir, termasuk semua asesmen yang sudah diselesaikan. Mereka akan menuliskan (1) hal penting yang didapatkan, (2) apa kesulitan belajar mereka, (3) hal apa yang paling menyenangkan, serta (4) bagaimana perbaikannya kedepan.

Memberikan umpan balik bermakna di asesmen murid

Umpan balik merupakan tahap ke-7 dari Gagne’s Nine Events of Instruction. Dalam memberikan umpan balik, guru akan memberikan komentar deskriptif terhadap hasil pekerjaan murid, baik itu latihan, formatif, maupun sumatif. Deskriptif berarti dalam bentuk kata-kata, bukan angka nilai maupun predikat. Manfaat yang didapatkan oleh adalah adalah mereka akan tahu perbaikan spesifik apa terhadap pekerjaan mereka dan juga akan lebih merasa dihargai.

Dalam praktiknya, guru dapat memperhatikan hal-hal berikut saat memberikan umpan balik bagi murid: (1) pastikan mengucapkan terima kasih terlebih dahulu karena murid sudah melakukan tanggung jawabnya, (2) berikan komentar spesifik terhadap satu atau lebih aspek tertentu, (3) bagaimana perbaikan konkrit yang mungkin dilakukan, serta (5) ucapan apresiasi atau semangat agar murid lebih termotivasi dan bersemangat saat melakukan perbaikan.

Melakukan pengembangan diri, baik secara pribadi maupun profesional

Pengembangan diri adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap guru. Murid diminta untuk mempelajari banyak mata pelajaran berjam-jam selama lima hari. Tetapi, apakah kita sebagai guru menunjukkan bahwa kita juga seorang yang ‘belajar’? Saat murid melihat guru yang mengajarnya juga belajar, mereka akan paham bahwa tidak hanya mereka yang susah untuk ‘belajar,’ tapi guru mereka juga adalah orang-orang yang seperjuangan dengan mereka.

Pengembangan diri secara pribadi berarti mengeksplor apa yang menjadi minat pribadi, baik itu yang berhubungan dengan sekolah (formal) maupun tidak (informal). Contohnya seperti art and craft, olahraga, komputer, atau memasak. Pengembangan diri secara profesional berarti mengeksplor apa yang berhubungan dengan kewajiban sebagai guru di sekolah. Contohnya, pedagogi, manajemen kelas, metode mengajar, teknologi pendidikan, atau pendalaman materi.

Menikmati waktu istirahat

Waktu istirahat dapat dikatakan sebagai refreshment atau penyegaran bagi guru setelah mengajar seharian. Ibarat telepon genggam yang harus di-charge agar dapat berfungsi, demikian pula guru perlu beristirahat walau sebentar agar dapat kembali produktif bekerja, baik itu mengajar maupun kegiatan lainnya, seperti persiapan dan kepanitiaan. Guru juga melalui ini memberikan teladan bagi murid bahwa hidup tidak hanya tentang belajar atau bekerja, tetapi juga istirahat.

Dalam sehari, guru bisa meluangkan sekitar 30 menit hingga maksimal 1 jam untuk beristirahat. Usahakan saat jam istirahat ini, guru tidak berurusan sama sekali dengan murid ataupun kebutuhan sekolah agar dapat menikmati waktu beristirahat. Di waktu ini, guru dapat makan siang, membuka dan membalas pesan baik di telepon genggam atau surel, mengeksplor hobi, maupun sekadar duduk santai atau tidur sebentar, jika memang memungkinkan.

Demikianlah 5 daftar tugas atau to-do list yang seorang guru dapat lakukan tiap harinya dalam masa pembelajaran daring ini agar bisa membangun kebiasaan kerja yang baik. Dengan melakukan semua ini, harapannya seorang guru dapat menjadi guru yang bahagia bagi murid-muridnya sehingga mereka pun bisa belajar dengan sukacita bersama guru tersebut. Selamat mencoba, calon guru bahagia!