Tips Bagi Guru Agar Kelas Online untuk Anak Tidak Membosankan

Tips Bagi Guru Agar Kelas Online untuk Anak Tidak Membosankan

  • Teachmint
    Teachmint

Berdasarkan ilmu psikologi, anak kecil memang memiliki fokus yang lebih rendah ketimbang orang dewasa. Maka, tak heran bila mereka bisa merasa bosan kelas online maupun offline. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi para penyelenggara pendidikan untuk anak. Untungnya, ada banyak cara yang bisa dicoba untuk menyajikan kelas online untuk anak yang seru untuk diikuti. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Hindari Durasi Panjang

Rentang fokus anak usia dini memang belum panjang. Bukan hanya bosan kelas online, kelas tatap muka pun juga akan membuat mereka jenuh jika durasinya terlalu lama. Berdasarkan riset, durasi ideal kelas online untuk anak kecil adalah sekitar 60 menit untuk satu sesi kegiatan belajar. Itupun sebaiknya hanya sekitar 30 menit yang digunakan untuk fokus menyampaikan materi. Sisanya adalah untuk pembukaan, diskusi akhir, penutupan, dan aktivitas lainnya.

Jeda Istirahat

Jika ada banyak hal yang harus dipelajari, pecahlah pelajarannya menjadi beberapa sesi. Pastikan murid diberi jeda waktu yang cukup untuk istirahat setelah satu sesi sebelum memulai sesi berikutnya. Selain agar otak bisa kembali segar, jeda ini juga membantu para murid merilekskan otot mata mereka yang lelah karena paparan layar serta mencegah perangkat gadget mereka terlalu panas.

Utamakan Jadwal Pagi

Berbagai studi membuktikan bahwa kemampuan otak dalam menyerap pelajaran paling efektif adalah pada pagi hari, tidak lama setelah otak terbangun dari tidur malam yang cukup. Ketajaman pikiran, fokus, dan atensi terbukti lebih tinggi pada pagi hari dan akan menurun seiring berjalannya hari. Itulah sebabnya mengapa malam hari menjadi waktu yang paling perlu dihindari untuk menyelenggarakan kelas online untuk anak kecil.

Awali Kelas dengan Bergerak Riang

Luangkan waktu sekitar 5 menit untuk mengajak anak-anak menari, bernyanyi, dan melompat sebelum mulai benar-benar belajar. Tujuannya adalah untuk menyalurkan energi berlebih anak, sehingga mereka bisa lebih tenang saat mulai belajar nanti. Kegiatan ini juga bisa mendongkrak mood dan semangat mereka untuk mengikuti arahan dari guru.

Pancing Rasa Penasaran

Mulailah sesi belajar dengan memancing rasa ingin tahu para murid. Buat mereka merasa tertarik untuk mempelajari apapun yang akan Anda ajarkan. Trik ini terbukti efektif meningkatkan semangat dan fokus belajar anak, ketimbang jika harus guru sendirian yang proaktif mendorong anak untuk fokus. Tanpa minat belajar dari dirinya sendiri, anak kecil cenderung akan lebih mudah merasa bosan kelas online.

Aplikasi Ilmu

Otak anak kecil belum bisa mencerna konsep pelajaran yang abstrak atau bersifat teoritis. Oleh sebab itu, ilmu yang diajarkan harus bisa diaplikasikan dengan contoh yang nyata. Akan lebih baik lagi bila pengaplikasiannya berhubungan dengan hal-hal yang menarik bagi mereka.

Perbanyak Interaksi

Anak tidak suka belajar secara pasif dan pasti akan bosan kelas online bila dipaksakan demikian. Maka dari itu, libatkan mereka dalam proses pelajarannya. Sebagai contoh, Anda bisa memberi mereka giliran untuk membacakan poin pada presentasi atau untuk menjawab pertanyaan. Atau, guru juga bisa mengawali kelas dengan menyapa muridnya satu per satu bila memungkinkan. Intinya, semakin banyak interaksi, murid akan semakin lebih senang mengikuti jalannya kelas.

Kombinasikan Dengan Tugas

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ilmu yang aplikatif akan lebih mudah dipahami oleh murid usia dini. Oleh sebab itu, tugas yang bersifat project mandiri akan sangat membantu mereka untuk lebih menguasai materi pelajarannya. Namun, pastikan tugas yang diberikan tidak terlalu rumit atau menyita waktu agar tidak membuat anak merasa terbebani. Orang tua murid juga biasanya akan keberatan jika ada tugas yang merepotkan.

Beri Ruang Untuk Fleksibilitas

Anak kecil masih dalam proses untuk belajar disiplin dan fokus. Jadi, mereka tidak bisa diajak untuk mengikuti aturan yang terlalu ketat. Dalam kelas online untuk anak, pihak guru harus memberikan sedikit fleksibilitas untuk mengakomodasi keinginan dan kebutuhan mereka. Akan tetapi, pastikan jalannya kelas tidak melenceng terlalu jauh dari yang direncanakan oleh sekolah atau lembaga pendidikan sehingga proses belajar tetap berjalan efektif.

Kerjasama dengan Orang Tua

Sesempurna apapun rancangan kelas online untuk anak, peran orang tua atau wali murid masih akan sangat diperlukan. Semakin kecil usia murid, semakin besar ketergantungan mereka terhadap orang dewasa yang menemani proses belajarnya. Pihak sekolah atau penyelenggaran pendidikan sebaiknya mengkomunikasikan kepada orang tua bahwa setiap murid perlu didampingi oleh orang dewasa selema kelas berlangsung. Agar lebih jelas, tegaskan apa-apa saja yang menjadi tugas orang tua atau wali murid. Misalnya adalah sebagai berikut:

  • Pastikan anak sudah cukup tidur dan makan sebelum kelas
  • Pastikan anak memiliki aktivitas fisik yang cukup setiap harinya agar kelebihan energinya tidak mengganggu fokus belajarnya
  • Siapkan segala perangkat yang diperlukan anak saat kelasnya
  • Pastikan anak sudah siap tepat waktu sehingga tidak ketinggalan pelajaran
  • Hindarkan distraksi yang berpotensi mengganggu fokus anak
  • Ingatkan anak untuk kembali fokus jika mulai terdistraksi
  • Tegur anak bila melanggar aturan kelas, misalnya menyalakan mikrofon saat bukan gilirannya atau mencoret-coret layar.
  • Bantu jelaskan materinya jika anak kesulitan memahami materinya

Kelas online untuk anak bisa lebih memudahkan anak untuk fokus karena mereka berada di tempat yang nyaman dan didampingi oleh orang yang mereka percayai. Selama pihak pengajar cukup kreatif untuk menghidupkan suasana, sekecil apapun usia murid pasti akan terhindari dari resiko bosan kelas online.